5 Rekomendasi Ide Bermain dengan Anak di Rumah

 

Dengan kembali meledaknya kasus COVID-19 di Indonesia melalui gelombang kedua mutasi COVID Delta, Bunda dan Ayah mungkin mau tidak mau harus kembali merasakan ketar-ketirnya menjaga keluarga tercinta dari ancaman virus baru ini. Sehingga mau tidak mau pula harus membatasi ruang gerak dan aktivitas di luar rumah dengan tetap berada di rumah.

Selain untuk melakukan Work From Home (WFH), Bunda dan Ayah tentunya juga harus mengatur waktu untuk dapat pula mengasuh anak’ selama di rumah. Mengajari adek, membimbing jika si kakak mengikuti pembelajaran daring, atau mengajak bermain si bungsu.

Namun ada kalanya karena terlalu lama berada di rumah, Bunda dan Ayah jadi kehabisan ide dan bingung. 

“Ngajak anak-anak main apa lagi ya hari ini?” mungkin menjadi pertanyaan yang berulang kali Bunda dan Ayah pikirkan. Untuk itu, Kak Anggi dan Tim Ahsana sudah merangkum nih rekomendasi aktivitas dan permainan apa saja yang bisa Bunda dan Ayah lakukan selama di rumah.

1. Belajar dan Bercerita melalui Action Figure

Aktivitas sederhana ini barangkali sering terlewat oleh Bunda dan Ayah. Umumnya para Bunda dan Ayah akan membiarkan anaknya bermain sendiri dengan mainan dan action figure mereka. Nah, ada baiknya jika Bunda dan Ayah turut mendampingi si kecil ketika mereka bermain dengan mainan-mainannya.

Bunda dan Ayah bisa sambil bercerita dan membagikan informasi baru bagi si kecil sembari mengajaknya berain. Misalnya dengan bercerita tentang  jenis-jenis hewan dan habitatnya melalui action figure hewan. 

“Apakah kucing dapat memakan sayur?”
“Macan dapat tinggal di gurun pasir atau di hutan saja?”
“Apa kegunaan belalai Gajah?”

Pertanyaan-pertanyaan serupa dapat memancing sisi keingintahuan si kecil yang kemudian dapat membantu mengembangkan kemampuan kognitifnya.

Bunda dan Ayah juga dapat bercerita tentang jenis-jenis mobil dan pekerjaan yang terkait melalui mainan Die-Cast atau Hot Wheels yang jadi koleksi si kecil. Bercerita tentang di mobil Pemadam Kebakaran terdapat tangga; atau memberi tahu bahwa jika mobil Ambulans harus didahulukan saat di jalan raya dan apa alasannya. Alternatif lainnya adalah dengan mengajak si kecil membuat robot, gedung, atau bentuk hewan sederhana dengan Lego. Hal ini bertujuan untuk melatih imajinasi si kecil sejak dini.

2. Mendongeng Kisah Nabi dan Rasul

Dalam mengasuh anak menurut pandangan Islam dianjurkan untuk tidak meninggalkan hal-hal kecil terkait agama agar si kecil sudah terbiasa mendengar dan belajar tentang nilai-nilai keagamaan.

Karena itu, selain mengajak anak belajar sembari bermain dengan mainannya, Bunda dan Ayah dapat mempertimbangkan mendongeng sebagai sarana untuk mengenalkan anak pada agama dan aspek-aspeknya. Sehingga anak tidak hanya mengerti hal-hal tentang keduniaan saja. Nah, cerita mengenai perjalanan hidup Nabi dan Rasul bisa banget dijadikan alternatif.

Bunda dan Ayah dapat membagi dan memilih cerita berdasarkan pesan moral apa yang tersaji di setiap cerita yang ingin Bunda dan Ayah ajarkan kepada si kecil saat itu.

Contohnya jika Bunda dan Ayah ingin si kecil belajar mengenai keberanian, cerita mengenai Nabi Musa yang berani menentang kekuasaan Fir’aun dan cerita mengenai keteguhan Nabi Muhammad dalam menyampaikan Islam di tengah hujatan Kafir Quraisy dapat menjadi pilihan Bunda dan Ayah. Ketika ingin si kecil belajar mengenai kesabaran, Bunda dan Ayah dapat menceritakan kisah Nabi Ayub dan penyakit kulitnya.

Bunda dan Ayah dapat menyelipkan kuis, tebak-tebakan, atau trivia berhadiah di tengah-tengah cerita atau di akhir cerita untuk menambah antusias si kecil.

3. Membuat Cookies

Membuat kue mungkin tidak terdengar seperti aktivitas bermain. Tetapi akan berbeda jika Bunda membuat kue kering kesukaan si kecil dengan sekaligus melibatkan dia di proses pembuatannya. Bisa jadi alternatif bermain dengan anak di rumah lho!

Mengapa harus kue kering?
Selain faktor keamanan karena tidak perlu khawatir si kecil terciprat minyak panas (jika membuat camilan atau makanan goreng), ada sebuah proses yang dapat Bunda manfaatkan untuk mengajak si kecil bersenang-senang.

Yup! Membuat adonan dan mencetak adonan. Dalam proses membuat adonan, Bunda bisa mengajak si kecil untuk mengaduk adonan dengan tangannya (tentu pakai sarung tangan plastik ya, Bun). Proses mengaduk adonan ini akan memberikan si kecil efek seperti bermain tanah ataupun squishy sehingga dapat memberikan efek bahagia pada anak. Tentunya Bunda harus tetap melakukan pengawasan dan memberikan arahan yang mudah dipahami oleh si kecil agar adonan tidak berakhir menjadi mainan.

Sementara itu dalam proses mencetak adonan, anak dapat diajarkan bagaimana membuat kue yang tidak berbentuk menjadi memiliki bentuk favoritnya. Seperti Kelinci, Gajah, Kucing, atau Ikan. Bunda dapat menceritakan bagaimana nantinya hasil akhir dari kue yang si kecil cetak dan mengapresiasi dia karena telah berhasil membuat kuenya sendiri.

Dengan begitu anak akan percaya diri pada kemampuannya.

4. Berolahraga dan Berjemur Bersama

Punya taman atau halaman di rumah?

Bunda dan Ayah dapat memanfaatkan space yang ada untuk mulai melatih si kecil aktif berolahraga sembari mengajaknya melakukan permainan meskipun hanya di rumah.

Yang paling mudah dan sederhana adalah dengan bermain sepakbola walaupun hanya sekedar umpan-umpan pendek dan tendangan penalti. Bisa juga dengan bermain bulu tangkis agar lebih ramah jika si kecil berjenis kelamin perempuan.

Pastikan Bunda dan Ayah memilih waktu yang tepat. Tidak terlalu pagi, namun juga tidak terlalu siang. Tujuannya agar Bunda dan Ayah dapat sekaligus mengajak si kecil untuk berjemur sinar matahari. Sehingga tidak hanya bergerak aktif, si kecil pun dapat memenuhi kebutuhan asupan vitamin D mereka.

Terlebih saat mereka sedang dalam masa pertumbuhan yang membutuhkan vitamin D untuk kesehatan tulang. Selain itu, dengan berjemur maka Bunda dan Ayah telah melakukan salah satu cara pencegahan penularan COVID-19 dengan meningkatkan imunitas si kecil.

Agar tidak membosankan, Bunda dan Ayah dapat membuat sebuah game kecil. Misalnya jika bermain sepakbola, maka siapa yang dapat membuat tiga gol lebih dulu adalah pemenangnya. Selain untuk meningkatkan antusias, cara ini juga untuk mengenalkan si kecil pada sikap kompetitif dan sportif sejak kecil.

5. Berkebun

Rekomendasi selanjutnya adalah dengan mengajak anak menanam dan berkebun.

Tidak hanya berhenti sampai menanam tumbuhan, Bunda dan Ayah dapat mengajak si kecil untuk ikut serta dalam merawat tanaman dan bunga yang telah ditanam. Ini bertujuan agar anak memiliki rasa tanggungjawab terhadap apa yang dia lakukan. Selain itu, berkebun dan merawat tanaman juga akan menumbuhkan sifat sabar dan teratur dalam diri anak karena terus diajak untuk merawat tanaman yang ada.

Bunda dan Ayah bisa memulai dengan memancing si kecil untuk menanam bunga-bunga atau tumbuhan favoritnya. Seperti bunga matahari, jagung, anggur, semangka. Apapun untuk memantik minat pertama si kecil. Selain menumbuhkan sifat sabar, bertanggungjawab, dan teratur, berkebun juga memiliki dampat positif untuk tumbuh kembang anak. Seperti:

  • Melatih kemampuan sensorik dengan menggali tanah dan menyemai biji
  • Mendorong agar anak mau makan sayur hasil tanamannya sendiri
  • Membantu anak memahami pentingnya menjaga lingkungan
  • Membuat anak lebih bahagia dan mengurangi stres

 

Itu tadi 5 rekomendasi ide bermain dengan anak di rumah yang dapat Bunda dan Ayah terapkan selagi melakukan Work From Home (WFH).

Tertarik dengan tips-tips lainnya?
Follow Instagram Ahsana Tuban dengan klik di sini.

Contact Us

Site Ahsana Tuban

Back To Top