Rumah Sama, Harga Berbeda. Kok Bisa?

Rumah Sama, Harga Berbeda. Kok Bisa?

Ilustrasi di atas mungkin pernah terbayang di pikiran kamu saat sedang survei harga rumah di developer di kota kamu. Bagaimana bisa rumah dengan spesifikasi bahan yang sama, tipe yang sama, dan luas lahan yang hampir sama, tapi harganya berbeda?

Yang perlu kamu ketahui adalah ada hal-hal yang mempengaruhi harga sebuah rumah, di antaranya:

  1. Spesifikasi Bangunan
  2. Luas Tanah
  3. Tipe Rumah
  4. Fasilitas, dan
  5. Lokasi

 

Dowload Profil Proyek Ahsana

 

Bagaimana faktor di atas mempengaruhi perbedaan harga

Spesifikasi bangunan, luas tanah, dan tipe rumah memberikan pengaruh pada penetapan harga pokok penjualan rumah. Umumnya, biaya yang dikeluarkan dalam menyediakan keempat faktor ini dihitung untuk mendapatkan biaya produksi. Sehingga nominalnya bersifat tetap, tidak mudah berubah-ubah. Dengan kata lain, selama harga material suatu tempat cenderung sama, maka biaya produksi tiap developer bisa dikatakan akan serupa.

Sementara untuk faktor keempat dan kelima tidak berpengaruh pada biaya produksi, melainkan pada nilai properti. Nilai properti adalah suatu hal yang didapatkan oleh user (pembeli) ketika membeli properti itu. Baik bersifat materi ataupun secara psikologi.

 

Faktor penentu perbedaan harga rumah

Pada fasilitas kawasan perbedaaannya dapat dilihat lebih mudah. Karena perumahan yang memiliki fasilitas sedikit tentunya memiliki harga yang berbeda dengan perumahan dengan fasilitas yang lebih lengkap. Sementara pada faktor lokasi, perumahan yang lebih dekat dengan pusat kota dinilai lebih menguntungkan. Ini karena aksesibilitas dan mobilitas calon pembeli akan ikut terdampak. Faktor kelima ini lah yang paling menentukan mahal tidaknya harga rumah.

Semakin dekat dengan pusat kota dan pusat kegiatan masyarakat, semakin mahal pula harganya.

 

Kesimpulan jika ingin membeli rumah

Pastikan tiga hal berikut sebelum memutuskan untuk membeli rumah:

  • Tujuan; apakah untuk ditempati, disewakan, atau untuk investasi
  • Kebutuhan; apakah perlu lokasi tengah kota atau tidak, berapa luas yang ideal, berapa range harga yang sesuai kemampuan
  • Potensi Wilayah; bagaimana kondisi wilayah sekitar perumahan, apakah berpotensi untuk menjadi kawasan baru yang berkembang atau tidak

Dengan memperhatikan tiga hal tadi, kamu akan lebih mudah menentukan mana properti yang cocok dengan kebutuhanmu. Sehingga akan lebih meminimalisir kemungkinan kerugian jangka panjang.

Cara Investasi Properti yang Menguntungkan

Cara Investasi Properti yang Menguntungkan

Untuk anak muda yang telah memiliki penghasilan sendiri, berinvestasi adalah salah satu cara yang kini lazim dilakukan untuk mendapatkan pemasukan dari channel lain. Namun tentu tidak mudah menentukan investasi apa yang cocok. Apalagi setiap orang memiliki profil risiko investasi yang berbeda-beda. Menurut Erwino Joedanadi, Community Coordinator Olahdana Society, investasi properti adalah yang paling tepat bagi anak muda. Alasannya adalah karena suku bunga (untuk properti konvensional) cenderung selalu turun sehingga prospek masa depannya masih bagus.

Nah, agar kamu dapat ‘mengolah’ investasi di bidang properti ini menjadi lahan yang menguntungkan, kamu perlu mengikuti tips berikut ini sebelum memutuskan berinvestasi di properti.

1. Mengerti Keuangan

Maksudnya adalah, sebelum membeli properti kamu setidaknya harus mengerti apakah langkah yang kamu ambil nantinya akan menguntungkan (keputusan cerdas).

Karena tidak selamanya membeli properti adalah langkah yang tepat. Ada hal-hal yang bisa jadi pertimbangan, seperti biaya membangun dan biaya perawatan, pajak, dan nilai sewa di area tersebut.

Artinya, jika nilai yang diperoleh saat menyewa properti lebih menguntungkan daripada saat membeli properti, tentunya memutuskan untuk membeli properti adalah bukan langkah yang tepat.

Ini penting untuk dipikirkan secara matang agar kamu tidak zonk di masa mendatang.


2. Membeli Properti dalam Keadaan Baik (Tidak Cacat)

Hal ini penting karena kebanyakan investor beranggapan membeli properti yang telah rusak dengan nilai rendah untuk kemudian diperbaiki lalu dijual dengan harga yang lebih tinggi adalah langkah yang tepat.

Faktanya, kenyataan di lapangan tidak selalu begitu. Yang lebih sering terjadi adalah, investor kehilangan uang dalam proses perbaikan dan properti sulit dijual kembali.

Jadi, pastikan kamu membeli properti yang dalam keadaan baik. Tidak harus baru, tapi harus dalam kondisi baik.

3. Amankan Pendanaan Jangka Panjang

Pastikan kamu memiliki pendanaan jangka panjang untuk membiayai properti yang kamu beli. Usahakan mendapatkan pembiayaan dengan suku bunga yang tetap agar pengeluaranmu juga tidak terganggu.

4. Pengecekan Semua Dokumen

Tanyakan juga perihal dokumen-dokumen terkait properti yang akan kamu beli, seperti surat kepemilikan rumah atau tanah, kondisi pajak, dan lain-lain. Jangan sampai kamu terjebak dalam properti bodong yang hanya menjual promo namun kondisi fisiknya bermasalah secara hukum.

5. Kelola dengan Baik

Ini adalah langkah di mana kamu akan mendapatkan keuntungan dari uang yang kamu investasikan.

Kamu dapat menyewakan properti yang kamu miliki sehingga dapat menjadi passive income yang bagus. Namun untuk memastikan ia berjalan dengan benar, kamu harus dapat mengontrol pengelolaan sewanya dengan baik.

Jika kamu ragu dengan kemampuan mengontrol sewa menyewa properti ini, sebaiknya cari orang lain yang dapat bekerja untukmu sebagai pengelola.


Referensi:
https://www.kaskus.co.id/thread/57455ecba2c06e6d748b4568/?ref=search_all&med=thread_list diakses pada 3 September 2021
Cara Menabung yang Bikin Cepat Kaya

Cara Menabung yang Bikin Cepat Kaya

Menabung dengan cara yang benar mungkin menjadi hal yang cukup sulit dilakukan oleh sebagian orang. Apalagi ketika baru mendapatkan gaji pertama dan keinginan untuk membeli barang-barang yang diimpikan akhirnya terwujud. Nah, alangkah baiknya jika Anda memulai untuk mengalokasikan sedikit pendapatan anda untuk ditabung agar keuangan tidak berantakan di kemudian hari.

Lalu langkah apa aja sih yang perlu dilakukan bagi para pemula yang ingin menabung demi kehidupan yang lebih sejahtera di masa depan?

1. Membuat Alokasi Pengeluaran

Menghitung Alokasi Gaji untuk DItabung

Mencatat keuangan ialah langkah awal yang perlu anda lakukan. Mulai alokasikan dana pendapatan anda tiap bulan dengan membagi menjadi tiga aspek yaitu: khusus untuk ditabung atau diinvestasikan, alokasikan untuk dana darurat, dan terakhir untuk kebutuhan harian. Ini penting dilakukan agar Anda bisa membagi alokasi penghasilan ke kebutuhan yang harus Anda penuhi. Jika Anda tidak berpengalaman dalam melakukan pencatatan keuangan, Anda dapat memanfaatkan aplikasi mobile seperti: Money Lovers, Buku Kas, atau Alia yang dapat membantu mencatat keuangan.

Dengan melakukan perhitungan pendapatan, maka akan semakin mudah mengatur keuangan rumah tangga. Berikutnya, buatlah daftar pengeluaran prioritas selama sebulan. Daftar prioritas dalam pengeluaran rumah tangga antara lain biaya bahan makanan pokok sehari-hari, tagihan listrik dan air, belanja dapur, biaya transportasi kerja, biaya sekolah anak dan transportasinya, hingga biaya cicilan lain-lainnya.

2. Dahulukan Kebutuhan, Bukan Keinginan

Membeli barang seperlunya agar dapat ditabung

Ingat, kita masih belum kaya. Jangan menuruti ego.

Utamakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Anda, apalagi jika Anda sudah berumah tangga. Jangan sampai karena berkeinginan untuk membeli, Box Set K-Pop misalnya, Anda membuat istri, suami, anak, atau anggota keluarga yang lain harus makan putihan.

Namun, bukan berarti memenuhi keinginan itu dilarang ya. Anda tetap bebas mengalokasikan dana untuk memenuhi keinginan anda sebagai self reward. Tetapi anda tetap harus mengutamakan untuk pemenuhan kebutuhan primer terlebih dahulu.

3. Hindari Berhutang

Hutang menjadi salah satu kendala dalam melakukan pengelolaan keuangan lho. Karena, anda harus menyisihkan sebagian pendapatan khusus untuk membayar tagihan. Dana yang harusnya bisa ditabung atau diinvestasikan, malah masuk ke tagihan ataupun cicilan hutang tiap bulannya.

Demi menemukan cara mengelola keuangan yang sesuai, ada baiknya Anda perlu menyelesaikan segala bentuk utang yang Anda miliki. Menyelesaikan utang ini bisa jadi langkah awal dalam pengelolaan keuangan Anda yang kuat di masa depan.

Anda harus mulai berpikir untuk masa depan dengan mengalokasikan dana untuk kebutuhan di masa depan, karna hal ini bisa menghindarkan anda pada kondisi berhutang. Mari mulai kelola keuangan anda dengan menabung dan menghindari berhutang untuk mensehatkan keadaan finansial juga mental anda.

4. Bersedekah

Sisihkan tabungan untuk kebaikan dan sosial

Harta itu seperti air bersih yang mengalir. Ada hak milik orang lain yang dititipkan oleh Allah SWT didalam harta yang kita punya. Jika kita menahannya, maka harta yang baik akan tercampur dengan harta yang kotor.

Maka dari itu, perlunya kita menyisihkan rejeki untuk bersedekah. Tentunya tidak ada paksaan yah dalam hal ini, semua itu pilihan Anda. Juga menurut hadits riwayat Muslim mengatakan bahwa “sedekah tidaklah mengurangi harta”. Selain itu juga, bersedekah bisa membersihkan kita dari dosa-dosa dan kebakhilan jiwa. Serta dapat menghilangkan keburukan dan meningkatkan derajat kita.

Selain dapat mensucikan harta, sedekah juga merupakan investasi akhirat kita lho. Karna harta yang disedekahkan dan dikeluarkan di jalan Allah akan mengalir menjadi multimanfaat. Sebagaimana hadits Nabi yang berbunyi, “Apabila anak Adam meninggal dunia maka terputuslah semua amalnya kecuali 3 perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakan kedua orangtuanya”.


Mengenal Rumah KPR dan Rumah Inhouse

Mengenal Rumah KPR dan Rumah Inhouse

Sebelum membeli rumah, ada baiknya kamu mengenal apa itu rumah KPR dan rumah inhouse beserta perbedaan keduanya. Ini sangat penting karena mayoritas orang cenderung akan langsung memilih KPR dengan alasan pembayaran yang dapat dicicil bertahun-tahun.

Namun, apakah fasilitas yang ditawarkan rumah KPR tidak memiliki risiko?
Yuk kita cari tahu di bawah ini.

Mengenal Rumah KPR

Rumah KPR adalah pembiayaan dari perbankan untuk pembelian rumah. Fasilitas ini diberikan kepada nasabah perorangan yang akan membeli atau memperbaiki rumah. Artinya, KPR akan membeli unit rumah yang Anda inginkan dari developer. Lalu Anda dapat membayar dengan cara mengangsur setiap bulan dengan skema pembiayaan dan jangka waktu yang telah disepakati, sebagai gantinya. Saat ini, di Indonesia terdapat beberapa rumah KPR. Dua rumah KPR yang tersedia diantaranya adalah rumah KPR subsidi dan rumah KPR nonsubsidi.

Lalu apa perbedaan kedua rumah KPR subsidi dan KPR  non subsidi?

 

 

Rumah KPR subsidi diperuntukkan bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Bentuk subsidi yang diberikan berupa keringanan kredit dan menambah dana pembangunan atau perbaikan rumah. Sedangkan untuk rumah KPR non subsidi dapat dimiliki oleh semua masyarakat karena bank yang mengatur syarat dan ketentuannya berupa besaran kredit dan suku bunga.

Sistem Rumah KPR

Berikut cara beli rumah KPR yang harus Anda simak :

1. Memilih dan menentukan rumah yang diminati

Karena tidak semua rumah dapat dibeli melalui KPR, Anda harus aktif untuk mencari info dan berkomunikasi dengan pihak bank maupun developer, tanyakan apakah rumah X dapat dibeli melalui KPR atau developer X adalah developer yang terpercaya atau tidak. Selain itu, cek lokasi dan kondisi rumah. Apakah rumah berada di lokasi pemukiman yang aman dan kondisi rumahnya layak untuk dijadikan tempat tinggal.

2. Membayar uang booking sebagai tanda jadi

Selanjutnya membayar uang booking kepada pihak developer sebagai tanda jadi. Untuk besaran uang booking ini tergantung pada ketentuan setiap developer.

3. Mengajukan KPR pada pihak bank

Jika developer telah menjadi rekanan bank KPR yang Anda tuju, Anda akan dibantu ketika melakukan pengajuan KPR di bank. Namun jika tidak, maka Anda harus mengurus pengajuan KPR sendiri termasuk berkas-berkasnya, diantaranya adalah :

 Perorangan

  • Fotokopi:
    • KTP Pemohon
    • KTP Suami atau Istri
    • Kartu Keluarga (KK)
    • Surat Nikah atau Cerai
  • NPWP Pribadi
  • Slip Gaji Asli atau Surat Keterangan Penghasilan, minimal 1 bulan terakhir.
  • Fotokopi Rekening Koran
  • Surat Rekomendasi Perusahaan
  • Akta pisah harta Notaris

Pemilik Badan Usaha

  • Fotokopi
    • KTP Pemohon
    • KTP Suami atau Istri
    • Kartu Keluarga (KK)
    • Surat Nikah atau Cerai
    • NPWP Pribadi
    • SIUP
    • Akta Pendirian Perusahaan
    • Rekening koran atau Tabungan 3 bulan terakhir
  • Surat pernyataan asli mengenai kredit kepemilikan properti

Setelah Anda melakukan pengajuan KPR ke bank, Anda harus menunggu selama kurang lebih 1 bulan. Dalam waktu tunggu 1 bulan ini, bank akan melakukan proses survei, melihat aktivitas keuangan Anda dan memverifikasi apakah Anda memiliki riwayat blacklist perkreditan atau tidak.

Kerugian Rumah KPR

1. Harga rumah jadi lebih mahal

Telah menjadi rahasia umum bahwa harga rumah KPR memiliki harga yang jauh lebih tinggi. Bahkan harga rumah KPR bisa mencapai 2-3x harga awal rumah tersebut. Hal ini dikarenakan cicilan setiap bulan yang dikenakan suku bunga yang terus meningkat setiap waktunya. Harga rumah KPR juga seringkali tidak dapat diketahui di awal pengajuan. Jadi Anda tidak dapat mengetahui berapa total biaya yang harus dibayarkan selama masa kredit berlangsung.

2. Risiko rumah disita

Pada umumnya, bank penyedia jasa KPR akan menjadikan rumah yang Anda ajukan sebagai jaminan. Jika suatu waktu tiba-tiba Anda mengalami kesulitan ekonomi yang menyebabkan gagal bayar, maka rumah idaman yang telah Anda angsur selama ini akan disita oleh bank.

3. Risiko denda

Jika Anda telah memantapkan hati untuk mengambil rumah KPR, maka selain bersiap dengan risiko rumah disita, Anda juga harus bersiap dengan risiko denda yang terus membayangi. Pasalnya, jika Anda memiliki rezeki lebih untuk melunasi KPR sebelum masa jatuh tempo, Anda akan dikenakan denda atau biaya penalti karena tidak sesuai tenor yang yang telah disepakati.


 

Jika sudah mengenal keuntungan KPR dan kerugiannya, kini saatnya mengenal inhouse.

Mengenal Rumah Inhouse?

Perbedaan rumah KPR dan Inhouse adalah rumah Inhouse dibeli langsung kepada pihak developer. Artinya, Anda tidak perlu melibatkan bank sebagai pihak yang memberikan pembiayaan. Sehingga lebih ringkas dan cepat. Seperti KPR, rumah inhouse juga dapat menerima pengajuan kredit dan cash.

Sistem Rumah Inhouse

Pembelian rumah inhouse memiliki sistem yang sangat mudah dan ringkas. Diantaranya adalah :

1. Melakukan survei dan memilih unit 

Sebelum Anda memutuskan untuk membeli rumah inhouse, pastikan Anda melakukan survei lokasi untuk melihat unit yang dimiliki oleh developer. Tak hanya mengecek terkait lingkungan dan bangunan, pastikan juga Anda mengecek portofolio developer yang ingin Anda tuju. Berapa banyak proyek yang telah dimiliki, bagaimana progres pembangunan dan track record proyeknya.

2. Persyaratan hanya KTP dan KK

Setelah memantapkan hati dan memilih unit rumah inhouse, selanjutnya Anda harus menyiapkan berkas persyaratan sesuai dengan ketentuan developer. Di Ahsana Tuban, persyaratan administrasi rumah inhouse hanya membutuhkan KTP dan KK saja. Mudah bukan?

3. Membayar booking fee untuk mengunci harga dan kavling

Booking fee adalah pembayaran dalam bentuk sejumlah uang sebagai komitmen memesan unit rumah tertentu. Selain untuk mengunci harga rumah, booking fee juga digunakan untuk mengunci kavling yang Anda inginkan. Besaran booking fee yang dibayarkan sesuai dengan ketentuan dari pihak developer terkait.

Kelebihan Rumah Inhouse

1. Harga kredit diketahui sejak awal

Berbeda dengan harga rumah KPR, Anda akan mengetahui harga rumah inhouse di awal penandatanganan akad. Sehingga selama periode kredit, Anda akan mengetahui berapa jumlah uang yang harus Anda bayarkan.

2. Cicilan tanpa bunga

Umumnya, pembelian rumah inhouse tidak mengenakan perhitungan bunga/ riba pada setiap cicilan per bulannya. Hal ini akan semakin memudahkan dan meringankan Anda untuk memiliki rumah impian.

3. Rumah tidak dijadikan jaminan – tanpa sita

Rumah inhouse yang memiliki sistem hanya melibatkan 2 belah pihak yaitu Anda dan pihak developer, umumnya akan memiliki sistem yang lebih kekeluargaan. Developer dengan sistem rumah inhouse tidak menjadikan rumah Anda sebagai jaminan, sehingga Anda akan terhindar dari risiko penyitaan. Lalu bagaimana jika Anda mengalami kesulitan membayar? Anda dapat mengonfirmasi dan melakukan negosiasi dengan pihak developer untuk mendapatkan win-win solution.

4. Tanpa denda dan biaya penalti

Anda memiliki rezeki lebih? Ingin lebih cepat membayar dan melunasi angsuran rumah? Anda dapat dengan mudah melakukannya pada developer dengan sistem rumah inhouse, karena total biaya kredit yang telah diketahui nominalnya sejak awal sehingga Anda tidak akan diwajibkan untuk membayar denda atau penalti meskipun Anda melunasi angsuran rumah lebih cepat dari tenor yang telah disepakati.

5. Pembayaran fleksibel

Pembayaran pada developer dengan sistem rumah inhouse juga umumnya lebih fleksibel. Anda tidak harus membayar setiap bulan dengan besaran yang sama. Anda dapat membayar 3 bulan sekali atau 6 bulan sekali dengan besaran yang telah dikalikan jumlah bulan yang Anda inginkan.

6. Uang bisa dikembalikan

Jika terjadi pembatalan, umumnya uang yang telah Anda bayarkan berupa booking fee, DP dan biaya angsuran akan dikembalikan seutuhnya tanpa dipotong biaya-biaya lainnya. Namun pastikan kembali hal ini pada developer terkait ya.


Referensi:
https://www.halodoc.com/artikel/manfaat-mengajak-anak-berkebun diakses pada 25 Juni 2021

Contact Us

Site Ahsana Tuban

Back To Top