Cek 5 Hal Ini Sebelum Serah Terima Rumah

Cek 5 Hal Ini Sebelum Serah Terima Rumah

Setelah proses panjang sejak pembelian hingga pembangunan, serah terima rumah menjadi momen yang sakral dan dinantikan oleh keluarga. Nah, di momen ini bisa kamu manfaatkan untuk melakukan cek beberapa hal sebelum serah terima rumah untuk memastikan apakah rumah yang akan dihuni telah sempurna tanpa cacat. 

Jika kamu menemukan ada defect atau hal yang belum sempurna, kamu bisa langsung mengatakan pada handle complain untuk segera menindaklanjuti sebelum resmi serah terima rumah. Lalu apa saja yang perlu dicek? jangan mau rugi, cek 5 hal ini sebelum serah terima rumah.

 

  1. Tes kunci di semua pintu dan jendela

    Ini adalah hal yang paling penting dan utama. Pastikan seluruh pintu dan jendela dapat terbuka dan tertutup dengan sempurna, engsel terpasang dengan tepat, kunci berfungsi dengan baik dan memiliki cadangan.

  2. Cek sistem kelistrikan

    Pertama kamu harus mengetahui daya listrik yang terpasang. Lalu kamu bisa berkeliling untuk memastikan jumlah dan fungsi saklar seluruh lampu di rumah. Kamu juga bisa membawa charger untuk memastikan stop kontak yang ada dapat berfungsi dengan baik. Jangan lupa untuk bertanya nomor id pelanggan listrik rumah kamu ya!

  3. Cek aliran air dan saluran pembuangan

    Tak kalah penting, pastikan semua kran dan aliran air di rumah seperti taman, kamar mandi dan dapur dapat mengalir sempurna tanpa hambatan. Kamu juga dapat bertanya pada pihak developer mengenai saluran septic tank dan saluran pembuangan air limbah dapur. Tanyakan juga sumber air yang digunakan, apakah bor/ sumur/ tandon bersama/ PDAM karena hal ini akan mempengaruhi kelancaran air untuk kebutuhan sehari-hari.

     

  4. Cek seluruh permukaan dinding

    Ketika berkeliling rumah, kamu juga dapat memperhatikan dinding di setiap ruangan. Perhatikan setiap detailnya untuk menemukan apakah ada dinding yang mengalami retakan, jamur, cat tidak rata dan mengelupas.

  5. Cek permukaan lantai seluruh ruangan

    Ini merupakan pengecekan kerapian finishing. Kamu dapat pelan-pelan menyusuri ruangan dan mengecek kerapian pemasangan lantai. Mulai dari mengecek kesesuaian motif keramik, mengecek apakah ada keramik yang retak/ pecah dan cek kerapihan nat lantai.

Jadikan momen serah terima rumah menjadi spesial di Ahsana Tuban dengan layanan 3 kali quality control serta layanan pengecekan rumah bersama ketika serah terima rumah. Kami akan pastikan rumah bisa ditempati dengan kondisi yang sempurna dan zero complain.

 

Cek keseruan momen serah terima rumah di Instagram Ahsana yang mungkin bisa menjadi referensi kamu sebelum melakukan serah terima rumah. Kayak gini nih:
Klik Di Sini

 

 

Oh ya, selamat atas kerja keras dan rumah barunya ya! Dapatkan info dan tips seputar properti, rumah, dan keluarga di halaman Blogs kami.

Yang Harus Dicek Saat Survei Lokasi

Yang Harus Dicek Saat Survei Lokasi

Salah satu proses krusial saat akan membeli rumah adalah survei lokasi. Namun banyak dari calon user yang tidak tahu apa yang harus dicek saat survei lokasi perumahan incaran mereka. Akhirnya banyak hal kurang mengenakan yang dialami setelah rumah ditempati.

Untuk itu, pastikan kamu melakukan survei dengan cermat dan dengan persiapan. Berikut adalah daftar hal-hal yang harus dicek saat survei lokasi yang bisa kamu jadikan bahan pertanyaan kepada tim sales developer terkait. Siapkan catatan ya!

1. Cek Kawasan Perumahan

Hal pertama yang perlu kamu cek saat survei lokasi adalah kawasannya. Cari tahu terkait kondisi tanahnya, apakah dulunya tanah perkebunan, persawahan, atau bebatuan. Kondisi tanah ini berhubungan erat dengan spesifikasi rumah yang digunakan oleh pihak developer, utamanya spesifikasi pondasi. Karena tiap tanah memiliki rekomendasi bentuk pondasi yang berbeda-beda agar tetap solid dan kuat.

Selain tanah, cari tahu juga apakah area sekitar kawasan termasuk area rawan banjir atau tidak. Untuk pertanyaan ini jangan tanyakan pada developer tapi langsung pada warga sekitar agar mendapatkan jawaban yang tidak bias dan lebih valid. Jangan sampai saat rumah sudah jadi, tapi begitu memasuki musim penghujan kamu malah kebanjiran huhu.

2. Cek Kondisi Bangunan

  • Kualitas Bangunan

    Setelah mengecek kawasan, pastikan kamu mengecek kondisi bangunan saat melakukan survei lokasi. Top priority.
    Biasanya pada sebuah perumahan tersedia rumah contoh bisa dijadikan sampel oleh user untuk mencari tahu bagaimana kualitas bangunan pada developer tersebut. Minta lah pada tim sales-nya untuk home tour ke rumah contoh yang tersedia.

    Jika belum ada, mintalah untuk mengecek rumah yang sedan progres pembangunan. Dengan demikian kamu bisa tahu material yang digunakan seperti apa, bagaimana kerapian dan ketelitian pengerjaan bangunan oleh tukangnya, hingga denah listrik dan pipa air yang dipasang. Dari sini kamu bisa menilai kualitas bangunan secara lebih detail.

  • Pencahayaan

    Setelah kualitas bangunan, periksa juga jumlah dan letak ventilasi dan pintu yang direncanakan oleh pihak developer. Dengan begitu kamu bisa menilai apakah nantinya rumah tersebut mendapatkan pencahayaan yang cukup dan sehat atau justru kekurangan ventilasi. Kondisi ini berhubungan erat dengan kenyamanan kamu dan keluarga saat menempatinya nanti.

  • Arah Rumah

    Tanyakan juga arah rumah yang kamu incar. Idealnya rumah yang sehat menghadap ke selatan atau utara. Dengan begitu sirkulasi udara jadi lebih lancar sehingga rumah lebih sejuk, serta tidak terpapar langsung oleh cahaya matahari. Kamu tentu tidak ingin mengalami mata sakit saat menghadap ke luar rumah karena terkena silau matahari secara langsung.

  • Spesifikasi

    Mintakan brosur spesifikasi bangunan pada developer agar kamu bisa lebih memiliki bayangan tentang ‘daleman’ rumah kamu. Di dalam brosur spek tercantum semua detail rumah – dari jenis lantai, jenis batu dinding, pondasi, ukuran besi pondasi, hingga kran air dan sumber utama air rumah kamu. Kamu bisa menggunakan brosur spek ini untuk membandingkan antara yang dijanjikan developer dengan realisasi di lapangan melalui pengecekan rumah yang sedang progres.

3. Cek Fasilitas Penunjang

Ini adalah hal yang tidak boleh di-skip juga. Setidaknya ada 4 hal utama yang harus kamu pastikan terkait fasilitas penunjang:

  • Jalan

    Pastikan jalan yang disediakan cukup lebar untuk dilalui minimal dua mobil secara bersamaan. Ingat, kamu tidak tinggal sendirian. Akan ada masanya ketika kamu akan masuk perumahan dan berpapasan dengan penghuni lain yang akan keluar. Jika jalan yang disediakan tidak cukup lebar, tentu akan menyusahkan.

  • Air

    Fasilitas terpenting yang harus kamu cek adalah kualitas dan sumber air yang digunakan oleh pihak developer. Cari tahu apakah berasal dari air tanah yang dibor, dari PDAM, atau sumber lain. Selain sumber air, cek juga kejernihan, bau, dan rasa air tersebut dengan cara berkumur. Jangan sampai kamu mendapatkan air yang keruh, bau, dan terasa tidak enak saat berkumur. Jika ternyata airnya keruh dan bau, kamu bisa mengambil langkah mitigasi seperti membeli kran filter dan lain sebagainya.

  • Listrik

    Kamu perlu menanyakan besaran watt listrik yang akan kamu dapatkan. Apakah 900, 1200, ataukah lebih tinggi. Apakah berbentuk token atau pasca bayar – meskipun saat ini standar pada perumahan telah menggunakan listrik token berukuran 1200 watt. Dengan mengetahui hal ini, kamu bisa mulai memperkirakan penggunaan elektronik yang bisa kamu bawa ke dalam rumah. Sehingga kamu bisa menyesuaikan kondisi listrik rumah dengan gaya hidup yang kamu inginkan.

Itu dia hal-hal yang harus kamu cek saat melakukan survei lokasi. Tentunya ada hal lain yang bersifat personal yang tidak tercantum dalam list di atas. Kamu tetap dapat menanyakannya pada tim sales terkait saat melakukan survei lokasi.

Dapatkan tips-tips dan informasi terkait keluarga, rumah, dan properti di halaman Blogs kami.
Lebih dekat dengan Ahsana dengan memfollow media sosial kami di:

Instagram   |   Youtube   |   Tiktok   |   Facebook

Biaya Ekstra saat Beli Rumah

Biaya Ekstra saat Beli Rumah

Sudah ada rencana membeli rumah dalam waktu dekat? Pastikan tabunganmu cukup ya. Karena selain kamu harus membayar harga rumah, ada biaya-biaya ekstra yang harus kamu siapkan saat beli rumah. Umumnya biaya ini tidak tercantum pada daftar harga (pricelist) karena tidak masuk dalam biaya pembangunan rumah tapi sangat berdampak pada calon pembeli.

Berikut adalah biaya-biaya ekstra yang akan dibebankan saat beli rumah.

  1. Biaya Ekstra Upgrade Bangunan

    Salah satu keuntungan membeli rumah di Ahsana adalah adanya fleksibilitas dalam menentukan denah dan interior rumah. Termasuk di dalamnya jika kamu ingin melakukan upgrade (penambahan-penambahan) di luar spesifikasi standar yang di tawarkan. Biaya ini besarannya fleksibel bergantung request dari user.

    Jadi jika spesifikasi standar untuk kloset adalah kloset jongkok, sementara kamu ingin mengubahnya menjadi kloset duduk, biaya perubahan ini lah yang akan dibebakan ke user, dan perubahan-perubahan lainnya. Jika ingin menghemat, kamu tidak perlu melakukan upgrade bangunan dan tetap pada spesifikasi standar yang ditawarkan Ahsana.

  2. Biaya Ekstra Kelebihan Tanah

    Biaya ini sangat umum saat membeli rumah. Umumnya rumah yang dijual oleh developer berdiri di atas tanah kaveling yang besarannya sudah ditentukan. Namun jika di lapangan didapati perbedaan luas tanah dari yang jual dengan luas aslinya, kamu harus membayar kelebihannya yang umumnya dihitung per meter persegi. Harga tanah per meter di tiap lokasi pun berbeda-beda. Kisarannya kurang lebih Rp1.500.000 – Rp3.000.000 per meter.

    Sehingga apabila kamu membeli rumah dengan luas tanah 7×14, sementara di lapangan didapati luasnya ternyata adalah 8×15 artinya kamu harus membayar biaya lebihan tanah sebesar: 2 meter x 1.500.000 = Rp3.000.000

  3. Biaya Ekstra BPHTB

    Merujuk pada Bapenda, BPHTB adalah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan atau Bangunan. BPHTB selalu dikenakan pada semua transaksi properti dan tanah. Baik secara perorangan atau developer. Baik di Ahsana ataupun di developer lain. Baik indent maupun ready stock. Biaya BPHTB dikenakan sebesar 5% dari nilai transaksi setelah dikurangi Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP). Besaran NJOPTKPK tiap daerah berbeda-beda. Di Tuban besaran NJOPTKP-nya adalah Rp60.000.0000

    Jika merujuk hal di atas, apabila kamu membeli rumah di Tuban dengan harga 300 juta, maka biaya BPHTB yang harus kamu bayarkan adalah: (Harga Rumah-NJOPTKP)x5% atau (300.000.000-60.000.000)x5% = (240.000.000)x5% = 12.000.000.
    Sehingga biaya ekstra yang harus kamu siapkan saat membeli rumah seharga 300 juta dengan lokasi di Tuban adalah sebesar Rp12 juta.

  4. Biaya Ekstra AJB dan Balik Nama

    Pembayaran dua biaya ini umumnya dirapel jadi satu kali pembayaran. Jika membeli rumah di developer perumahan besarannya sekitar Rp2.500.000 untuk keduanya. Namun jika tidak membeli di developer, besarannya tergantung pada luas tanah. Ini karena pada developer perumahan, luas tanah yang ditawarkan cenderung sama.

Dari  daftar biaya di atas jika kamu membeli rumah di Tuban dengan harga rumah 300 juta dengan lebihan lahan 2 meter persegi tanpa upgrade bangunan, artinya biaya ekstra yang harus kamu siapkan saat akan membeli rumahnya adalah sebesar: 3 juta + 12 juta + 2,5 juta = Rp17.500.000. Tenang, masih ada banyak waktu untuk menyiapkan tabungannya. Semangat ya!

Dapatkan tips-tips seputar properti, rumah, dan keluarga lainnya di halaman Blogs Ahsana.

Rumah Aman Saat Hujan dalam 5 Langkah

Rumah Aman Saat Hujan dalam 5 Langkah

Bulan Oktober sudah berjalan lebih dari dua minggu. Ini artinya kita sudah memasuki awal musim hujan yang akan berlangsung bersamaan dengan libur akhir tahun. Nah, tentunya kita tidak ingin dong saat pulang dari liburan kita masih harus beres-beres rumah karena rumah bocor atau bahkan sampai banjir. Untuk mencegah itu, Ahsana sudah menyiapkan 5 cara agar rumah tetap aman saat hujan meski kita tinggal beberapa hari.

1. Periksa Kondisi Atap Rumah Agar Tetap Aman Saat Hujan

Terutama jika rumah kita dekat dengan area tanam pohon atau memiliki pohon yang sering merontokkan daun seperti Pohon Mangga. Pastikan tidak ada sampah daun yang menumpuk di atap atau di saluran talang air. Karena meskipun sepele, tumpukan sampah daun di atap dan talang dapat memicu genangan air. Efek dari genangan air ini tentunya adalah rembesan pada plafon.

Pada kasus ekstrem, jika terlalu banyak dan berat, tumpukan sampah ini dapat menyebabkan plafon ambrol.Selain tumpukan sampah, pastikan tidak ada genteng yang retak, pecah, ataupun bergeser dari posisi awalnya. Umumnya hal ini tidak kita sadari karena disebabkan oleh benda-benda luar seperti: biji buah mangga yang telah dimakan hewan, lemparan batu, hingga debris-debris lain yang tidak kita sangka.

Jadi pastikan sebelum meninggalkan rumah selama beberapa hari tidak ada sampah yang menumpuk sehingga rumah tetap aman saat hujan.

2. Bersihkan Talang Secara Berkala

Sama seperti tips pertama, biasanya pada talang ada penyumbatan yang disebabkan oleh guguran daun. Bahkan meskipun di depan rumah kita tidak ada pohon sekalipun. Selama kita tinggal di dekat area yang banyak pohon, maka bisa dipastikan akan ada guguran daun yang berterbangan yang bisa berakhir di saluran talang air kita.

Untuk itu, mengecek dan membersihka talang secara berkala akan sangat membantu rumah kita tetap aman saat hujan nantinya.

3. Gunakan Cat Exterior Anti Bocor & Jamur

Dinding yang lembap dan berjamur adalah musuh semua keluarga. Selain menyebabkan cat mengelupas yang membuat jadi tidak enak dipandang, dinding yang lembap dan berjamur juga dapat merembeskan air masuk ke dalam rumah dan membuat udara tidak sehat untuk ditempati.Untuk mencegah hal ini, Ahsana Tuban selalu menambahkan cat eksterior anti bocor pada seluruh unit rumah yang dibangun.

Dengan menambahkan cat eksterior, kemungkinan dinding akan lembap dan berjamur jauh berkurang. Salah satu merk yang direkomendasikan adalah No Drop yang bisa didapatkan di toko-toko bangunan dan e-commerce jika kamu lebih suka belanja online.

4. Pasang Lebih Dari 1 Pipa

Ide dari penggunaan cara ini adalah untuk menambahkan sebanyak mungkin resapan pada sebuah area. Umumnya setiap rumah yang dibangun hanya memiliki satu saluran air pada satu titik yang langsung diturunkan ke tanah. Namun Ahsana Tuban memiliki cara yang berbeda yang dapat kamu ikuti: yaitu dengan memasang 3 (tiga) titik resapan air dengan 3 (tiga) pipa yang berbeda, sehingga air yang terbuang lebih banyak dan lebih cepat.

Ini akan sangat berpengaruh pada kondisi atap. Semakin sedikit air yang menggenang, semakin kecil kemungkinan air merembes dan menyebabkan bocor.

5. Cek Saluran Pembuangan Air Rumah agar Aman Saat Hujan

Ini adalah cara paling umum namun juga paling sering diabaikan oleh banyak orang. Mengecek kondisi saluran air sangat penting untuk menjaga aliran air lancar. Sehingga saat musim hujan datang tidak ada air yang menggenang atau bahkan masuk kembali ke dalam rumah.

Selain mengecek saluran pembuangan air yang ada di dalam rumah, pastikan juga got pembuangannya tidak tersumbat air. Cara paling mudah adalah selalu dibersihkan berkala seminggu sekali.

Nah sekarang kamu sudah tidak khawatir lagi ketika harus meninggalkan rumah untuk berlibur atau pulang kampung.
Bagikan juga tips ini jika menurutmu bermanfaat. Dapatkan tips lain seputar rumah dan keluarga pada halaman Blogs.