Berencana Membeli Rumah Pertama? Perhatikan 6 Tips Berikut Ini

Sebagai barang yang termasuk dalam kategori kebutuhan primer, memiliki rumah sendiri sudah terasa seperti kewajiban untuk setiap orang. Hal ini juga lah yang menyebabkan ketersediaan rumah yang ada menjadi semakin sedikit setiap waktu dikarenakan tingginya permintaan pasar.

Untuk mengatasi itu, pemerintah saat ini meluncurkan program rumah subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan finansial dan belum pernah memiliki rumah sendiri sebelumnya. Secara spesifik, syarat untuk memperoleh fasilitas subsidi rumah ini adalah pemasukan yang dimiliki harus di bawah empat juta rupiah per bulannya.

Nah, jika kamu termasuk ke dalam golongan yang berhak menerima fasilitas subsidi rumah dari pemerintah ini dan berencana membeli rumah pertama kamu dalam waktu dekat, sebaiknya kamu persiapkan seluruh berkas dan kebutuhannya mulai sekarang.

Namun karena rumah subsidi yang disediakan oleh pemerintah hanya tersedia dalam bentuk KPR, maka untuk syarat berkas KPR kamu bisa menanyakannya langsung kepada developer yang terkait.

Selain syarat berkas, ada tips membeli rumah pertama yang harus kamu perhatikan.

1. Buat Rencana Jangka Panjang

Membeli rumah pertama tentunya tidak seperti membeli jajanan pinggir jalan ataupun membeli baju di e-commerce. Untuk itu, kamu wajib memiliki perencanaan yang matang dan dalam jangka panjang agar keuanganmu tidak menjadi keteteran.

Hal-hal yang perlu kamu pikirkan saat membuat perencanaan keuangan adalah seperti:

– Kapan akan menikah? (Jika belum menikah)
– Kapan akan memiliki anak? (Jika sudah menikah)
– Kapan waktu melahirkan (Jika sudah hamil)
– Bagaimana tabungan pendidikan anak? (untuk yang sudah menikah ataupun belum)

Pertanyaan-pertanyaan di atas perlu untuk dijawab agar tidak terjadi tumpang tindih antara kebutuhan yang bersifat penting dengan kebutuhan untuk membeli rumah pertama.

Kamu tentu tidak ingin ketika sedang membayar cicilan rumah, kemudian mendapat tagihan biaya sekolah anak sementara sisa tabungan tidak mencukupi untuk menutup keduanya. Untuk itu perhatikan pada saluran-saluran pengeluaran yang bersifat penting.

Cara termudah untuk menganalisisnya adalah dengan membuat daftar pada catatan sesuai dengan urutan prioritas tertinggi/terpenting yang harus dibayar. Lalu buat catatan pada daftar-daftar tersebut tentang tanggal pasti jatuh tempo pembayaran. Dengan begitu akan terlihat mana pembayaran yang harus dibayar lebih dulu beserta urgensinya. Apakah bisa dirapel bulan depan ataukah tidak.

Dengan membuat perencanaan seperti ini kamu akan memiliki gambaran luas mengenai kondisi keuanganmu beserta beban yang harus kamu penuhi serta apakah kondisi yang sekarang mampu menopang kebutuhan ataukah tidak.

2. Sesuaikan dengan Tabungan

Jika kamu belum pernah memiliki rumah dan baru akan membeli rumah pertama, hindari untuk berfokus pada luas lahan yang besar atau bangunan yang megah. Utamakan pada kepemilikan pertama terlebih dahulu. Manfaatkan fasilitas rumah subsidi yang disediakan oleh pemerintah seperti yang telah kami singgung di atas.

Apabila kamu terlalu berfokus pada lebar dan luas lahan ataupun jumlah lantai bangunan, maka tabunganmu akan terjebak pada nominal yang besar yang harus dikejar. Sementara nilai properti semakin tahun semakin bertambah tinggi. Dikhawatirkan ketika nominal tabungan sudah mencapai angka yang ditargetkan, harga rumah yang diincar telah bertambah mahal.

Untuk itu, dalam membeli rumah pertama fokuskan pada kepemilikan terlebih dulu. Walaupun hanya seluas 6×14 dan hanya satu lantai atau bahkan yang lebih kecil, selama sudah menjadi milik sendiri, itu lebih baik daripada terlalu lama menabung tanpa memiliki rumah sendiri. Dengan begitu target untuk memiliki rumah pertama lebih mudah tercapai.

3. Cari Informasi Mengenai Developer

Saat ini penipuan berkedok pengembang perumahan masih marak terjadi di banyak kota-kota. Modusnya beragam. Mulai dari promo yang tidak masuk akal, seperti “DP rumah suka-suka”, hingga perumahan yang fiktif.

Nah agar kamu tidak menjadi korban dari developer bodong ini, kamu perlu mencari tahu lebih dulu latar belakang dari developer yang menjadi target pembelian rumah pertamamu. Hal-hal yang perlu kamu perhatikan adalah:

  • Kredibilitas pengembang. Bisa kamu dapatkan dengan melakukan search di Google. Pengembang yang kredibel akan sangat terbuka mengenai info perusahaan mereka, info detail produk, hingga alamat lengkap lokasi marketing gallery mereka. Kamu perlu waspada jika mendapatkan informasi yang tidak jelas atau tidak lengkap.

    Tanyakan kejelasan sertifikat. Pengembang bodong akan berbelit mengenai kejelasan sertifikat, termasuk informasi mengenai bisa tidaknya sertifikat berbalik nama. Memang untuk durasi pemrosesan di notaris dapat beragam, namun pengembang yang kredibel dapat memberikan jaminan waktu berapa lama proses selesai.
  • Survei lokasi. Dengan datang langsung ke lokasi proyek yang diiklankan, kamu dapat menilai sendiri apakah apa yang dipromokan dengan kenyataan lapangan sesuai atau tidak. Jika menemukan perbedaan dari brosur dengan kondisi lapangan, pastikan untuk meminta kejelasan dari pengembang.

4. Pahami Skema Pembayaran

Selanjutnya kamu perlu memperhatikan skema pembayaran apa saja yang disediakan oleh pihak developer tempat kamu membeli rumah pertama kamu. Pada dasarnya ada dua jenis pembayaran yang dikenal secara umum dalam membeli rumah, yaitu: cash dan kredit. Namun beberapa developer juga menyediakan alternatif lain seperti cash tempo, yang berarti kamu dapat ‘menyicil’ pembayaran rumah namun harus langsung lunas dalan kurun waktu yang telah ditentukan.

Lalu apa perbedaan cash tempo dengan kredit?

Sekilas memang terlihat sama dikarenakan proses pembayaran dapat dicicil. Namun yang membedakan adalah tenor pelunasan yang disediakan. Pada cash tempo, umumnya tenor yang disediakan tergolong cepat (jangka waktunya pendek) seperti: 6 bulan, 1 tahun, 18 bulan, 2 tahun).

Sementara pada skema pembayaran kredit, tenor yang diberikan jauh lebih panjang dan bervariasi, seperti: 5 tahun, 7 tahun, 10 tahun, 15 tahun. Bahkan ada developer yang memberikan tenor kredit sampat 20 tahun hingga 25 tahun.

Perbedaan skema pembayaran ini perlu kamu pahami ketika membeli rumah pertama agar kamu dapat memperkirakan skema mana yang cocok dengan kondisi keuangan yang kamu miliki; atau berapa lama kamu mau dan mampu untuk mencicil rumah yang baru saja dibeli. Sehingga arus keuangan menjadi sehat dan kebutuhan lainnya pun juga dapat terpenuhi dengan baik.

5. Pastikan Cicilan Flat

Setelah mengetahui bentuk-bentuk skema pembayaran yang umumnya disediakan oleh pengembang, jangan lupa untuk menanyakan mengenai skema cicilan jika kamu berencana untuk mengambil pembayaran secara kredit.

Tanyakan apakah cicilan yang dibebankan adalah cicilan flat atau cicilan yang masih dipengaruhi oleh perkembangan suku bunga bank. Hal ini penting untuk memastikan jumlah pengeluaran yang kamu keluarkan untuk rumah tidak berubah sehingga kamu bisa memprediksi pengeluaran dalam satu bulan.

Jika jumlah pengeluaran bisa diprediksi dan bersifat tetap, kamu dapat mengatur perencanaan keuangan bulanan dengan lebih nyaman dan mudah.

6. Antisipasi Biaya Tambahan

Membeli rumah pada dasarnya tidak hanya berurusan pada produk akhirnya saja. Kamu juga perlu memahami bahwa membeli rumah dari developer berarti ada peralihan kepemilikan sebagaimana ketika membeli barang lain.

Namun yang membedakan adalah: kepemilikan properti (rumah dan tanah) perlu dicatat oleh negara melalui pencatatan oleh Notaris. Gunanya adalah agar properti yang kamu miliki nantinya memiliki dasar hukum yang jelas. Sehingga ketika suatu saat ada orang lain yang tiba-tiba mengklaim properti yang kamu miliki, kamu sudah memiliki surat bukti kepemilikan.

Nah proses pembuatan surat dan akta ini juga membutuhkan biaya tambahan yang biasanya dibebankan kepada pembeli. Biaya-biaya tambahan seperti ini lah yang perlu kamu perhatikan. Misalnya saja Bea Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang dapat kamu ketahui nominal yang harus dibayarkan dengan rumus:

Tarif Pajak 5% x Dasar Pengenaan Pajak (NPOP – NPOPTKP)

Besaran Nilai Pajak Objek Pajak (NPOP) dan Nilai Pajak Objek Tidak Kena Pajak (NPOPTKP) tiap daerah berbeda-beda, namun kamu dapat mengaturnya pada nominal Rp60 juta sebagai angka minimal sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 2009 pasal 87 ayat 4.

Dengan menghitung biaya-biaya tambahan di luar harga rumah, kamu dapat memperkirakan berapa biaya akhir yang harus kamu keluarkan dalam membeli rumah pertama kamu.

Referensi:
https://www.instagram.com/p/CPS2kxHrrx-/?utm_medium=copy_linkhttps://www.instagram.com/p/CL3t5_MAjiA/?utm_medium=copy_linkhttps://www.instagram.com/p/CCf3bx-AJZJ/?utm_medium=copy_linkhttps://www.instagram.com/p/CMB-FM2AySv/?utm_medium=copy_linkhttps://www.instagram.com/p/CM1d7HDLIL5/?utm_medium=copy_linkhttps://www.instagram.com/p/CGj6yxXB6d4/?utm_medium=copy_linkhttps://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/20574https://www.rumah123.com/panduan-properti/membeli-properti-77728-cara-melaporkan-developer-nakal-id.html

5 Rekomendasi Ide Bermain dengan Anak di Rumah

 

Dengan kembali meledaknya kasus COVID-19 di Indonesia melalui gelombang kedua mutasi COVID Delta, Bunda dan Ayah mungkin mau tidak mau harus kembali merasakan ketar-ketirnya menjaga keluarga tercinta dari ancaman virus baru ini. Sehingga mau tidak mau pula harus membatasi ruang gerak dan aktivitas di luar rumah dengan tetap berada di rumah.

Selain untuk melakukan Work From Home (WFH), Bunda dan Ayah tentunya juga harus mengatur waktu untuk dapat pula mengasuh anak’ selama di rumah. Mengajari adek, membimbing jika si kakak mengikuti pembelajaran daring, atau mengajak bermain si bungsu.

Namun ada kalanya karena terlalu lama berada di rumah, Bunda dan Ayah jadi kehabisan ide dan bingung. 

“Ngajak anak-anak main apa lagi ya hari ini?” mungkin menjadi pertanyaan yang berulang kali Bunda dan Ayah pikirkan. Untuk itu, Kak Anggi dan Tim Ahsana sudah merangkum nih rekomendasi aktivitas dan permainan apa saja yang bisa Bunda dan Ayah lakukan selama di rumah.

1. Belajar dan Bercerita melalui Action Figure

Aktivitas sederhana ini barangkali sering terlewat oleh Bunda dan Ayah. Umumnya para Bunda dan Ayah akan membiarkan anaknya bermain sendiri dengan mainan dan action figure mereka. Nah, ada baiknya jika Bunda dan Ayah turut mendampingi si kecil ketika mereka bermain dengan mainan-mainannya.

Bunda dan Ayah bisa sambil bercerita dan membagikan informasi baru bagi si kecil sembari mengajaknya berain. Misalnya dengan bercerita tentang  jenis-jenis hewan dan habitatnya melalui action figure hewan. 

“Apakah kucing dapat memakan sayur?”
“Macan dapat tinggal di gurun pasir atau di hutan saja?”
“Apa kegunaan belalai Gajah?”

Pertanyaan-pertanyaan serupa dapat memancing sisi keingintahuan si kecil yang kemudian dapat membantu mengembangkan kemampuan kognitifnya.

Bunda dan Ayah juga dapat bercerita tentang jenis-jenis mobil dan pekerjaan yang terkait melalui mainan Die-Cast atau Hot Wheels yang jadi koleksi si kecil. Bercerita tentang di mobil Pemadam Kebakaran terdapat tangga; atau memberi tahu bahwa jika mobil Ambulans harus didahulukan saat di jalan raya dan apa alasannya. Alternatif lainnya adalah dengan mengajak si kecil membuat robot, gedung, atau bentuk hewan sederhana dengan Lego. Hal ini bertujuan untuk melatih imajinasi si kecil sejak dini.

2. Mendongeng Kisah Nabi dan Rasul

Dalam mengasuh anak menurut pandangan Islam dianjurkan untuk tidak meninggalkan hal-hal kecil terkait agama agar si kecil sudah terbiasa mendengar dan belajar tentang nilai-nilai keagamaan.

Karena itu, selain mengajak anak belajar sembari bermain dengan mainannya, Bunda dan Ayah dapat mempertimbangkan mendongeng sebagai sarana untuk mengenalkan anak pada agama dan aspek-aspeknya. Sehingga anak tidak hanya mengerti hal-hal tentang keduniaan saja. Nah, cerita mengenai perjalanan hidup Nabi dan Rasul bisa banget dijadikan alternatif.

Bunda dan Ayah dapat membagi dan memilih cerita berdasarkan pesan moral apa yang tersaji di setiap cerita yang ingin Bunda dan Ayah ajarkan kepada si kecil saat itu.

Contohnya jika Bunda dan Ayah ingin si kecil belajar mengenai keberanian, cerita mengenai Nabi Musa yang berani menentang kekuasaan Fir’aun dan cerita mengenai keteguhan Nabi Muhammad dalam menyampaikan Islam di tengah hujatan Kafir Quraisy dapat menjadi pilihan Bunda dan Ayah. Ketika ingin si kecil belajar mengenai kesabaran, Bunda dan Ayah dapat menceritakan kisah Nabi Ayub dan penyakit kulitnya.

Bunda dan Ayah dapat menyelipkan kuis, tebak-tebakan, atau trivia berhadiah di tengah-tengah cerita atau di akhir cerita untuk menambah antusias si kecil.

3. Membuat Cookies

Membuat kue mungkin tidak terdengar seperti aktivitas bermain. Tetapi akan berbeda jika Bunda membuat kue kering kesukaan si kecil dengan sekaligus melibatkan dia di proses pembuatannya. Bisa jadi alternatif bermain dengan anak di rumah lho!

Mengapa harus kue kering?
Selain faktor keamanan karena tidak perlu khawatir si kecil terciprat minyak panas (jika membuat camilan atau makanan goreng), ada sebuah proses yang dapat Bunda manfaatkan untuk mengajak si kecil bersenang-senang.

Yup! Membuat adonan dan mencetak adonan. Dalam proses membuat adonan, Bunda bisa mengajak si kecil untuk mengaduk adonan dengan tangannya (tentu pakai sarung tangan plastik ya, Bun). Proses mengaduk adonan ini akan memberikan si kecil efek seperti bermain tanah ataupun squishy sehingga dapat memberikan efek bahagia pada anak. Tentunya Bunda harus tetap melakukan pengawasan dan memberikan arahan yang mudah dipahami oleh si kecil agar adonan tidak berakhir menjadi mainan.

Sementara itu dalam proses mencetak adonan, anak dapat diajarkan bagaimana membuat kue yang tidak berbentuk menjadi memiliki bentuk favoritnya. Seperti Kelinci, Gajah, Kucing, atau Ikan. Bunda dapat menceritakan bagaimana nantinya hasil akhir dari kue yang si kecil cetak dan mengapresiasi dia karena telah berhasil membuat kuenya sendiri.

Dengan begitu anak akan percaya diri pada kemampuannya.

4. Berolahraga dan Berjemur Bersama

Punya taman atau halaman di rumah?

Bunda dan Ayah dapat memanfaatkan space yang ada untuk mulai melatih si kecil aktif berolahraga sembari mengajaknya melakukan permainan meskipun hanya di rumah.

Yang paling mudah dan sederhana adalah dengan bermain sepakbola walaupun hanya sekedar umpan-umpan pendek dan tendangan penalti. Bisa juga dengan bermain bulu tangkis agar lebih ramah jika si kecil berjenis kelamin perempuan.

Pastikan Bunda dan Ayah memilih waktu yang tepat. Tidak terlalu pagi, namun juga tidak terlalu siang. Tujuannya agar Bunda dan Ayah dapat sekaligus mengajak si kecil untuk berjemur sinar matahari. Sehingga tidak hanya bergerak aktif, si kecil pun dapat memenuhi kebutuhan asupan vitamin D mereka.

Terlebih saat mereka sedang dalam masa pertumbuhan yang membutuhkan vitamin D untuk kesehatan tulang. Selain itu, dengan berjemur maka Bunda dan Ayah telah melakukan salah satu cara pencegahan penularan COVID-19 dengan meningkatkan imunitas si kecil.

Agar tidak membosankan, Bunda dan Ayah dapat membuat sebuah game kecil. Misalnya jika bermain sepakbola, maka siapa yang dapat membuat tiga gol lebih dulu adalah pemenangnya. Selain untuk meningkatkan antusias, cara ini juga untuk mengenalkan si kecil pada sikap kompetitif dan sportif sejak kecil.

5. Berkebun

Rekomendasi selanjutnya adalah dengan mengajak anak menanam dan berkebun.

Tidak hanya berhenti sampai menanam tumbuhan, Bunda dan Ayah dapat mengajak si kecil untuk ikut serta dalam merawat tanaman dan bunga yang telah ditanam. Ini bertujuan agar anak memiliki rasa tanggungjawab terhadap apa yang dia lakukan. Selain itu, berkebun dan merawat tanaman juga akan menumbuhkan sifat sabar dan teratur dalam diri anak karena terus diajak untuk merawat tanaman yang ada.

Bunda dan Ayah bisa memulai dengan memancing si kecil untuk menanam bunga-bunga atau tumbuhan favoritnya. Seperti bunga matahari, jagung, anggur, semangka. Apapun untuk memantik minat pertama si kecil. Selain menumbuhkan sifat sabar, bertanggungjawab, dan teratur, berkebun juga memiliki dampat positif untuk tumbuh kembang anak. Seperti:

  • Melatih kemampuan sensorik dengan menggali tanah dan menyemai biji
  • Mendorong agar anak mau makan sayur hasil tanamannya sendiri
  • Membantu anak memahami pentingnya menjaga lingkungan
  • Membuat anak lebih bahagia dan mengurangi stres

 

Itu tadi 5 rekomendasi ide bermain dengan anak di rumah yang dapat Bunda dan Ayah terapkan selagi melakukan Work From Home (WFH).

Tertarik dengan tips-tips lainnya?
Follow Instagram Ahsana Tuban dengan klik di sini.

Rumah Sempit: Solusi Alternatif Punya Rumah Sendiri

Memiliki rumah yang lebar dan besar memang menjadi idaman semua orang. Tidak hanya terkesan megah, rumah yang lebar juga memberikan kenyamanan karena keleluasaan yang diberikan.

Sayangnya, dengan semakin bertambahnya jumlah masyarakat yang membeli rumah dan tanah, maka jumlah lahan yang tersedia pun semakin sedikit. Belum lagi harga properti yang cenderung selalu naik tiap tahunnya — yang menyebabkan sebagian orang lebih memilih berinvestasi jangka panjang dengan properti. Ini membuat harga rumah dan properti hampir semakin tidak terjangkau.

Namun ada salah satu cara untuk mensiasati keinginan kamu untuk memiliki rumah sendiri kok. Yaitu dengan membeli tanah kaveling dengan ukuran yang tidak terlalu besar untuk kemudian didirikan rumah minimalis di atasnya.

Eh, memang bisa?
Bisa kok!

Tren Rumah Sempit

Beberapa tahun belakangan ini rumah sempit minimalis, atau micro-housing, ramai menjadi perbincangan dan diskusi di antara entusias properti dan perumahan. Secara teknis, rumah sempit adalah rumah yang didirikan di atas lahan yang terbatas atau lebih kecil daripada rumah pada umumnya.

Cara ini diambil agar pemilik lahan tetap dapat memiliki rumah sendiri meskipun dengan luas yang minimalis. Sehingga biaya yang dikeluarkan dapat lebih hemat dibandingkan dengan memiliki rumah dengan luas yang standar.

Salah satu contoh rumah sempit yang sempat viral adalah rumah The Twins yang berada di Cipulir, Jakarta Selatan. Rumah karya agensi arsitektur Delution ini hanya memiliki lahan seluas 70 meter persegi, namun di atasnya mampu didirikan hingga dua rumah sempit yang saling menghubung. Sehingga masing-masing rumah memiliki luas bangunan kurang dari 35 meter persegi.

Uniknya, meskipun sempit namun The Twins justru menyabet penghargaan dari Architizer dalam kategori ‘Best Architecture + Small Living by People Choice’.

Karakteristik dan Dekorasi

Dalam menata rumah sempit, ada beberapa karakteristik yang bisa dikatakan sebagai fundamental agar rumah sempit tetap dapat dihuni dengan nyaman:

 

1. Jadikan Dua Lantai

Ini adalah tips yang penting. Dengan membuat bangunan menjadi dua lantai, kamu akan lebih dapat memaksimalkan ruang yang ada sesuai fungsinya. Misalnya: menempatkan kamar tidur, kamar mandi, dan dapur di lantai dua. Sehingga di lantai satu dapat dimaksimalkan untuk ruang keluarga dan ruang tamu. Sehingga meskipun bangunan memiliki luas yang kecil, kamu tetap mendapatkan ruangan-ruangan penting beserta fungsinya dengan baik

 

2. Buat Ruangan Open Space

Konsep Open Space adalah mengurangi sebanyak mungkin sekat yang ada dan memberikan lebih banyak ruangan yang terbuka. Namun tetap perhatikan kekokohan bangunannya ya! Jangan sampai kamu mengorbankan tiang pondasi. Hehe.

Dengan membuat ruangan menjadi Open Space, aliran udara akan lebih baik dan lebih lancar sehingga rumah tidak terkesan sumpek. Selain itu, ruangan juga akan terkesan lebih luas meskipun secara teknis memiliki luas yang kecil. Lalu apakah tidak perlu memberikan sekat sama sekali? 

Jika kamu berpendapat sekat pada ruangan adalah hal yang penting, kamu bisa mempertimbangkan rak buku atau lemari kayu untuk dijadikan sekat portable. Sehingga ketika kamu memerlukan ruangan yang luas kamu hanya perlu memindah rak buku atau lemari tersebut. Sebaliknya, ketika kamu ingin mendapatkan privasi di ruangan yang lebih dalam dan tidak ingin terlihat oleh orang asing di ruangan depan, kamu bisa menempatkan kembali rak buku atau lemari kayu pada tempatnya. Cara ini akan memudahkan kamu serta mengurangi biaya pembangunan sekat tembok.

 

3. Berikan Ventilasi Lebar

Ingat, rumah sempit memiliki luas yang terbatas. Sementara sirkulasi udara adalah salah satu fundamental terpenting pada sebuah rumah. Untuk itu pastikan kamu menempatkan ventilasi yang lebar agar udara dapat bersirkulasi dengan baik. Dengan begitu kualitas udara di dalam rumah akan jadi baik dan rumah tetap nyaman ditempati. Kamu dapat mempertimbangkan jendela dengan material kaca sebagai alternatif. Dengan memiliki jendela kaca yang lebar, kamu bisa mendapatkan pencahayaan yang bagus melalui pantulan kaca serta sirkulasi udara yang bagus melalui jendela yang dibuka.

 

4. Jika Memungkinkan, Tambahkan Taman

Kalau kamu menyukai berkebun, kamu masih bisa berkebun di rumah sempit kok. Ada dua cara yang bisa kamu lakukan, yang pertama adalah menyiapkan taman di dalam rumah sempit. Kamu bisa menempatkan taman di bagian belakang atau samping rumah yang dapat diakses dari dalam rumah namun tetap bersifat outdoor. Dengan begitu kamu akan mendapatkan suasanya yang lebih menyenangkan, terlebih ketika sedang hujan. Namun, kamu harus mengorbankan luas ruangan untuk diubah menjadi taman indoor.

Cara kedua adalah dengan mengubah atap menjadi taman. Cara ini cocok dengan karakteristik rumah sempit yang cenderung memiliki dua lantai. Namun kamu harus memastikan bentuk atap kamu tidak runcing. Sehingga dapat di-setting dengan menambahkan tanah, rumput, tanaman hias, hingga tempat duduk atau sofa untuk bersantai. Jangan lupa untuk menambahkan sisi yang beratap agar tidak basah saat hujan. Pastikan juga saluran air pembuangannya tidak mampet dan dapat mengalirkan air dengan baik agar tidak menggenang.

 

5. Berikan Interior Sesuai Konsep

 Rumah berkonsep saat ini sedang menjadi tren. Hal ini karena bangunan atau rumah yang memiliki visual yang enak dipandang mampu mendukung kenyamanan seseorang untuk betah tinggal di sana. Alasan yang sama yang melatarbelakangi banyaknya coffee shop yang mengedepankan visual dan konsep pada outlet mereka.

Ada banyak konsep/tema yang dapat kamu terapkan pada rumah kamu. Misalnya:

 

Bagaimana?
Sudah mulai terbayang gambaran rumah impian kamu?

Luas rumah tidak lagi jadi hambatan jika kamu dapat mengatur interior dan visual rumah kamu agar terasa luas dan tidak sumpek. Hanya saja, kamu harus memastikan terdapat ventilasi yang cukup untuk sirkulasi udara yang baik dan untuk pencahayaan. 

Nah langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah mencari informasi daftar harga rumah beserta skema pembayaran yang sesuai dengan kemampuan finansialmu. Sehingga kamu tinggal beberapa langkah lagi dari memiliki rumah sendiri.

Mengenal Gedung Pancasila, Tempat Lahirnya Falsafah Bangsa Indonesia

Tanggal 1 Juni sejak lama telah dikenal sebagai hari lahirnya Pancasila. Meskipun memiliki peran penting dalam sejarah Negara Indonesia, tanggal 1 Juni belum ditetapkan sebagai hari libur nasional oleh pemerintah sejak pertama kali Pancasila dicetuskan pada tahun 1945. Baru pada tahun 2016 melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016, Presiden Joko Widodo menetapkan 1 Juni sebagai Hari Libur Nasional untuk menghormati dan memperingati Hari Lahirnya Pancasila.

Latar Belakang

Berawal dari usaha Kekaisaran Jepang yang mencari simpati dari rakyat Indonesia akibat kekalahan mereka di Perang Pasifik melawan Sekutu, Jepang kemudian membantu Indonesia membentuk sebuah perkumpulan bernama Dokuritsu Junbi Cosakai yang bertujuan untuk merumuskan dasar awal Indonesia sebagai sebuah negara baru.

Berlokasi di Gedung Volksraad, pertemuan ini berlangsung sejak tanggal 28 Mei 1945. Namun hingga 31 Mei 1945 belum ditemukan kesepakatan mengenai dasar negara yang akan digunakan oleh Indonesia. Lalu pada tanggal 1 Juni 1945, Soekarno mendapat giliran berpidato untuk menyampaikan usulannya mengenai dasar negara Indonesia. Soekarno kemudian menawarkan lima prinsip berkehidupan berbangsa yang ia beri nama “Pancasila”. Usulan ini kemudian disetujui secara aklamasi dan pidatonya mengenai Pancasila mendapat julukan “Lahirnya Pancasila” oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat.

Gedung tempat pelaksanaan pertemuan ini kemudian diubah namanya dari Gedung Volksraad menjadi “Gedung Pancasila” sebagai bentuk peringatan disepakatinya bentuk falsafah negara Indonesia.

Tidak banyak yang mengetahui mengenai tempat bersejarah ini. Siapa yang membangunnya? Siapa pemilik awalnya?

Sejarah Awal

Gedung ini awalnya bukan didesain sebagai gedung pertemuan, terlepas dari pemanfaatannya bertahun-tahun setelah dibangun, melainkan sebagai rumah dinas.

Lebih awal, pada abad ke-17, lokasi gedung ini awalnya berdiri sebuah pabrik gula swasta milik pengusaha Cina. Kemudian dialihkan menjadi barak militer oleh Pemerintah Hindia Belanda.

Gedung Pancasila diperkirakan dibangun pada kisaran tahun 1830 yang didesain oleh seorang arsitek bernama J. Tromp yang juga pernah bertugas untuk merekonstruksi Istana Gubernur Jendral di Buitenzorg (sekarang Bogor). Gaya arsitektur dari gedung ini mengusung gaya neo-klasik yang memiliki tampilan seperti pada bangunan-bangunan di Prancis pada abad ke-17.

Pemilihan gaya ini tidak terlepas dari peran dan pengaruh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels yang mengenalkan gaya arsitektur Neo-Klasik pada rentang tahun 1808 hingga 1811. Bagaimana Daendels membawa arsitektur yang identik dengan Prancis ini tidak mengherankan mengingat ia adalah salah satu orang kepercayaan Napoleon Bonaparte, Kaisar Kerajaan Prancis saat itu. Oleh Daendels, gaya neo klasik ini kemudian dipopulerkan menjadi Indische Empire Style. Keputusan ini kemudian menjelaskan mengapa gedung-gedung lama peninggalan Belanda memiliki gaya arsitektur yang hampir serupa.

Gaya Arsitektur

Arsitektur Neoklasik pertama kali muncul pada abad ke-18 yang berasal dari gerakan neoklasik yang muncul di pertengahan abad ke-18. Gaya arsitektur ini mengadopsi prinsip-prinsip Vitruvian yang dikemukakan oleh Vitruvius, seorang tokoh arsitek dari Italia. Prinsip Vitruvian menegaskan tiga fungsi utama sebuah rumah atau bangunan: firmitas (kesolidan), utilitas (kegunaan), dan venustas (keindahan). 

Gaya arsitektur neoklasik memiliki ciri khas seperti:

  1. Adanya kolom atau tiang-tiang kokoh yang berdiri. Tiang ini difungsikan sebagai penyangga beban bangunan, namun di saat yang sama juga difungsikan sebagai ornamen dari bangunan terkait;
  2. Bentuk bangunan yang simetris;
  3. Memiliki penampilan yang rapi, bersih, dan terdapat garis-garis yang memberikan kesan elegan pada fasad bangunan.

Bentuk arsitektur neoklasik juga dapat ditemui pada bangunan-bangunan kuno Yunani. Umumnya bangunan-bangunan ini berbentuk kuil-kuil yang dipercaya sebagai awal mula gaya neoklasik ini terbentuk. Untuk itu, kuil-kuil diklaim sebagai bentuk paling murni dari gaya arsitektur ini.

Pada awal abad ke-19, gambar dan projek dari Etienne-Louis Boullee, seorang arsitek visioner dari Prancis, mempengaruhi banyak arsitektur neoklasik dan kontemporer saat itu. Boullee mempelajari gaya klasik pada abad ke-17 dan turut mengenalkan gaya neoklasik pada pertengahan abad ke-18. Gaya ini kemudian berkembang di Prancis dan memperluas pengaruhnya hingga ke Kerajaan Belanda yang pada rentang waktu itu berada di bawah pengaruh Kerajaan Perancis. Gaya arsitektur ini yang kemudian mempengaruhi bangunan-bangunan dan rumah-rumah Belanda yang berdiri di Indonesia pada masa kolonialisme, tak terkecuali pada bangunan Gedung Pancasila.

Nama Awal dan Peralihan Nama

Di masa pemerintahan Hindia Belanda Gedung Pancasila dikenal dengan nama Gedung Volksraad atau Gedung Perwakilan Rakyat, jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia. Seperti namanya, Volksraad merupakan badan perwakilan dari pribumi dan pedagang agar dapat bekerjasama dalam mempromosikan kepentingan wilayah.

Meskipun berfungsi sebagai gedung pemerintahan, Gedung Volksraad juga menjadi tempat tinggal Panglima Angkatan Darat Kerajaan Hindia Belanda yang bernama Hertog Bernhard. Penempatan Hertog Bernhard di gedung ini juga melatarbelakangi penamaan jalan raya di area berdirinya gedung ini, bernama Jalan Hertog. Selain jalan, taman yang terdapat di area gedung Volksraad dan Jalan Hertog juga mendapatkan penamaan berdasarkan nama Panglima Angkatan Darat tersebut: Hertogpark. Setelah diambil alih oleh Pemerintah Indonesia, Jalan Hertog kemudian berganti nama menjadi Jalan Pejambon.

Pada tahun 1950 setelah Indonesia merdeka dan pemerintah Hindia Belanda mundur dari Indonesia, gedung Volksraad kemudian dialihkan penggunaan dan pengelolaannya kepada Departemen Luar Negeri yang kemudian berganti menjadi Kementrian Luar Negeri untuk digunakan sebagai tempat penggemblengan calon diplomat.

Pada tanggal 1 Juni 1964, sembilan belas tahun sejak Pancasila pertama kali dikenalkan dan disebutkan, Gedung Volksraad yang menjadi tempat lahir dari Pancasila kemudian diberikan nama baru. Sebagai bentuk penghormatan kepada Pancasila yang menjadi falsafah berkehidupan dan dasar dari negara Indonesia, gedung ini kemudian diberi nama Gedung Pancasila.

Meskipun menjadi tempat lahir dan dikenalkannya Pancasila untuk pertama kali; dan memiliki nama Gedung Pancasila, gedung ini belum pernah menjadi tempat pelaksanaan upacara bendera dalam acara kenegaraan apapun, termasuk peringatan Hari Lahirnya Pancasila. Baru pada tanggal 1 Juni 2017, Presiden ketujuh Indonesia, Joko Widodo, memerintahkan agar diadakan upacara peringatan Hari Lahirnya Pancasila tepat di tempat pertama kali Pancasila lahir.

Saat ini, Gedung Pancasila difungsikan sebagai tempat untuk pelaksanaan penandatanganan perjanjian-perjanjian internasila, untuk menjamu kepala negara dan petinggi-petinggi negara tetangga, hingga pertemuan bilateral dan resepsi diplomatik.

Dapatkan Promo Terbaru

Jadilah yang pertama mengetahui informasi terbaru seputar harga, promo, tips rumah, dan informasi lainnya dari Ahsana Tuban. Berlangganan sekarang.

Contact Us

Site Ahsana Tuban

Back To Top